Kamis, 31 Mei 2012

5 alasan kenapa permintaan pertemanan di abaikan

0 komentar
facebook, siapa coba yang gak tau facebok? nenek gue aja yang 70-an tau kok keberadaan facebook, dan untung nya nenek gue gak berniat membuat account facebook.
facebook mulai tenggelam setelah munculnya twitter. tenggelam nya facebook di sebabkan oleh banyak hal. salah satu nya adalah bercampur nya orang yang kepingin exis (alayer), brbr ambil kaca.

menurut pengalaman pribadi gue, gue juga sempet di bingung kan dengan pemberitahuan facebook yang bejubel tapi sama sekali gak ada yang penting.
permintaan pertemanan facebook gue juga beragam, bahkan aneh-aneh.
sampai-sampai ada segelincir nama account yang membuat gue takut.
di samping kiri itu adalah salah satu nama facebook yang mengerikan.

ketika teman gue bilang bahwa hanya teman yang ia kenal dan teman yang asyik saja yang di konfrim di facebook. gue merasa kasian, tidak adil dong? gue pun menutur kan bahwa siapa saja akan gue konfrim di facebook. kerena gue bukan artis yang pelit akan account nya. teman gue hanya menjawab bahwa dia risih akan status setiap menit yang menjadi sampah di beranda nya.
akhirnya, gue sekarang kena dampak nya. gue susah mengakses status teman-teman gue dan banyak chat atau status yang tidak layak di terbitkan.

so, c'mon guys kalian gak mau kan permintaan pertemanan kalian di abaikan? menurut hasil result gue dan teman-teman. ini lah alasan kenapa permintaan kalian di abaikan:
1). foto profill kalian yang berlebihan.
2). menggunakan foto profil orang lain.
3). selalu menulis status 5 menit sekali. usahakan se maksimal nya hanya 3 status yang di kirim sehari nya.
4). nama account facebook kalian menggunakan nama orang lain.
5). dan terakhir nama account facebook kalian yang berlebihan. contoh, perhatikan nama account facebook ini:


















sekian entri dari gue, semoga bisa lo jadiin pelajaran ya guys. thank for lookit!
mohon maaf untuk nama account yang saya terbitkan, hanya untuk pelajaran. enjoy

DUHAI HUJAN..

0 komentar
hari ini hujan, gue jadi flashback.
HUJAN..OH hujaann..

mungkin satu hal saat ini di pikiran kalian adalah romantisme hujan.
tapi sayang kalian salah,
gue sama sekali gak punya kenangan yang pantes di ingat saat hujan.
kecuali satu kenangan yang gak bakal gue lupain seumur hidup gue.

waktu itu gue kebagian kelas olahraga jam pelajaran terakhir. tapi lapangan banjir dan masih gerimis kecil.

hal itu gak mematikan semangat gue dan teman-teman, kita tetep ke lapangan dengan kaki kosong (tanpa alas). pertama, muka gue kena cipratan air hujan dari sikil seseorang, terjadilah saling membalas. setelah baju basah. kita main tak jongkok di lapangan yang berubah wujud menjadi kolam renang.
'GUBRAKKK' bunyi yang wajar di dengar saat bermain tak jongkok di lapangan (baca: kolam renang). dan gue pun kebagian nyungsep. ketika orang lain nyungsep, yang lain sontak menertawakan. tapi sama sekali gak ada dendam karena itu emang wajar.
selama menggila di lapangan, penghuni gedung B yang berisi kelas 86, 87 dan seluruh kelas 7 pun keluar kelas menonton kami. tapi sayang nya mereka sama sekali gak ngasih saweran, padahal mereka udah dapet bahan tertawaan. fiyuhhh.

sempat merasa malu karena pulang sekolah di angkot dengan pakaian dari atas sampai ujung kaki basah dan super kotor. tapi tft banget ya cemaaan.
besok nya sendi-sendi betis, paha, dll. ikut merasakan dampak. semua anggota tubuh rasanya remuk.

waktu di percepat, dampak belum berhenti sampai disini.
minggu depan nya jari tengah kaki sebelah kanan membengkak, susah di gunakan berjalan, rasa nya ngilu.
sampai akhirnya di bawa ke dokter dan dianggap spele. karena di anggap spele gue cuma pakai salep dokter tapi obat kapsul gak gue sentuh sama sekali.
bukan cuma itu, rasa malu pun harus gue tanggung saat nyokap melarang gue makai sepatu. alhasil gue sekolah dengan senda jepit.
hampir 2 minggu menahan malu. kaki gue berhasil sembuh.
walaupun nyokap masih nyuruh pakai sendal jepit tapi mungkinkah nyokap tau perasaan gue menahan malu?
gue diem-diem pakai sepatu tertutup!

mungkin gue kualat sama nyokap, besok nya penyakit itu kembali.
menyerang kaki gue dengan semakin parah, dan parah, jari tengah kaki gue udah gak berwujud jari, gue jalan dengan pincang ke mana-mana. sungguh megenaskan. gue bahkan gak berani melihat keadaan kaki gue itu. gue semakin down dengan pertanyaan polos nyokap, "kaki kamu parah banget, kalo gak sembuh juga, nanti di amputasi gakpapa ya?".
besok nya tante dan nyokap gue ngobrol tentang amputasi terus, gue jadi rajin minum kapsul dari dokter.

hampir 2 bulan gue menderita dan saat nya cahaya itu datang. jreng jreng kaki gue sembuh, tapi gue gak mau ngulang kesalahan yang lalu. setelah kaki sembuh gue masih pakai sandal jepit untuk memastikan kesembuhan kaki gue.
akhirnya infeksi itu lenyap. sekarang gue nyadar pengalaman gue ini 11/12 sama kisah keke. aduhh jadi terharu.

terimakasih untuk semua anak 87 yang ngajak gue main di kolam renang kecebong.
terimakasih juga untuk semua sahabat gue yang mau pengertian dan udah mau nenteng-nenteng gue saat gue mau ke kantin, ke wc, atau mau pulang sekolah.
terimakasih juga buat nyokap yang sudah menakut-nakutin gue untuk mengamputasi kaki gue sendiri.
dan terakhir buat pak dokter dan bu dokter yang udah mau ngecek kaki gue yang abstrak dan super wangi ini (baca: seharum wangi bunga Rafflesia).
 

DreamBig & Belive ◈ Copyright © 2012 Design by Ipietoon Blogger Template